Guardiola: Kami Bukan Pengecut Makanya Menang

28 May

0433245pROMA, KOMPAS.com — Pelatih Barcelona Pep Guardiola mengaku sangat bangga dan puas atas kesuksesan timnya mengalahkan Manchester United (MU) di final Liga Champions. Menurutnya, kunci sukses itu karena keberanian dan tak mau jadi pengecut. Artinya, Barcelona tetap menerapkan gaya dan permainan menyerang meski krisis pemain.

“Jika Anda mengambil bola dan menyerang disertai keberanian, maka akan banyak mendapat peluang mencetak gol. Kami tak mau jadi pengecut. Itu tak pernah kami lakukan dalam pertandingan. Tak ada cara lain. Akan lebih berbahaya jika kita tak berani mengambil risiko,” terang Guardiola.

Barcelona memang konsisten dengan gaya permainan sepak bola menyerangnya. Permainan mereka juga indah dan terbukti sangat produktif. Kini, mereka sudah juara Copa del Rey, Divisi Primera, dan Liga Champions.

“Kami bekerja keras selama musim ini dan saya tahu banyak orang bahagia karena kesuksesan Barcelona,” ujarnya.

Guardiola juga pernah meraih gelar juara Liga Champions pada 1992 sebagai pemain. Kala itu, Barcelona dilatih Johan Cruyff. Ini musim pertamanya menjadi pelatih Barcelona. Namun, pelatih berusia 38 tahun itu langsung memberikan sukses besar buat timnya.

“Kami bukan tim terbaik dalam sejarah. Namun, kami bermain dalam level terbaik sepanjang musim dan ini sejarah besar. Apalagi, kami memenangi tiga gelar,” katanya. (AP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: