Kerusuhan Mei 1998

21 May

Mei 1998

Kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi di Indonesia pada 13 Mei15 Mei 1998, khususnya di ibu kota Jakarta namun juga terjadi di beberapa daerah lain. Kerusuhan ini diawali oleh krisis finansial Asia dan dipicu oleh tragedi Trisakti di mana empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak dan terbunuh dalam demonstrasi 12 Mei 1998.

Pada kerusuhan ini banyak toko-toko dan perusahaan-perusahaan dihancurkan oleh amuk massa — terutama perusahaan-perusahaan yang dianggap ada hubungannya dengan keluarga Soeharto dan konco-konconya — dirusak secara membabi-buta oleh massa yang mengamuk. Selain itu banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa juga menjadi sasaran amuk massa, terutama di Jakarta dan Surakarta. Juga terdapat puluhan wanita keturunan Tionghoa yang diperkosa dalam kerusuhan tersebut. Dalam kerusuhan tersebut, banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang meninggalkan Indonesia. Sampai saat ini belum begitu jelas siapa yang menunggangi mereka.

Amuk massa ini membuat para pemilik toko di kedua kota tersebut ketakutan dan menulisi muka toko mereka dengan tulisan “Milik pribumi” atau “Pro-reformasi”. Hal yang memalukan ini mengingatkan seseorang kepada peristiwa Kristallnacht di Jerman pada tanggal 9 November 1938 yang menjadi titik awal penganiayaan terhadap orang-orang Yahudi dan berpuncak pada pembunuhan massal atas mereka di hampir seluruh benua Eropa oleh pemerintahan Jerman Nazi.

Sampai bertahun-tahun berikutnya Pemerintah Indonesia belum mengambil tindakan apapun terhadap nama-nama besar yang dianggap provokator kerusuhan Mei 1998. Bahkan pemerintah mengeluarkan pernyataan berkontradiksi dengan fakta dengan mengatakan sama sekali tidak ada pemerkosaan massal terhadap wanita keturunan Tionghoa disebabkan tidak ada bukti-bukti konkret tentang pemerkosaan tersebut.

Sebab dan alasan kerusuhan ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya orang setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian orang-orang tersebut.

3 Responses to “Kerusuhan Mei 1998”

  1. Ricky August 26, 2009 at 2:20 pm #

    Ayo WIRANTO and prabowo..bicara..jangan diam saja seperti ank ayam yg kehilangan induknya.
    angkat bicara jelaskan ap yg terjadi MEI 98!!!..
    khususnya WIRANTO yang waktu itu menjabat!!.

    saYA Warga Keturunan Tionghua berhak tau ap yg terjadi..Kemana Militer dan polisi waktu itu..ap dalam kandang saja?
    tidak ad tindakan..
    kalian baru keluar setelah kejadian..kalian hnya cuci tangan saja!!
    brapa orang yang meninggal…berapa orang yang di perkosa…berapa orang yang dibakar hidup-hidup…
    kalian hanya pecundang sejati diam d balik jubah yang kalian sebut PANCASILA…PASAL 1!!! apa???tidak ad artinya!!!
    INGAT masih ada rasa sakit hati di hati ini.

    TANGKAP PROVOKATOR MEI 98,JANGAN BUANG BARANG BUKTI ATAU TUTUP MULUT MULUT KALIAN DENGAN SUAPAN UANG!! BOHONG JIKA TIDAK AD PEMERKOSAAN..AP BUTUH DIKUMPULKAN SEMUA BUKTI,SAKSI DAN KORBAN UNTUK MENCERITAKAN KRONOLOGIS NYA!!!!!!!!!

    ad Rumor waktu itu…RRC akan memboooomm bardir Indonesia rata dengan tanah.
    kalian tidak ad ap2nya dengan RRC,Negara tidak akn maju jika keturunan tionghua tidak menggerak perekonomian kalian.
    ingat saja itu.

  2. bocaherror August 26, 2009 at 5:26 pm #

    mungkin itu adalah dampak yang di timbulkan dari kediktatoran soeharto, yang membuat rakyat tdk puas.

    dan kalo menurut gw itu sebagai akibat pula bagi diskriminasi yang dilakukan para orang keturunan tionghoa terhadap warga pribumi.

    brother_giez

  3. susan September 5, 2010 at 2:40 pm #

    saya harapp haruss diusut tuntass masalah kejadian tragiss di bln mei 1998 sdh banyakk jatuh korban terhadap org tinghoa dari perbuatan orang pribumi,sdh banyak darah yang mengalir serta jeritan dan tangisan karena kehilangan istri serta anak yang diperkosa dan dibunuh dengan kejam bahkan kemaluannya dirusak dgn benda tajamm,saya berharap agar indonesia selalu kena getahnya dan mengalami bencana karena kesalahan terbesar kalian pantess saja indonesia tdk akan pernah maju,orgnya aja selalu mata duitan hanya disogok saja bisa langsung bebas dan sampaikapanpun indonesia akan selalu miskin dan kelaparan karena pemerintah indonesia tdk pernah memikirkan rakyatnya serta rakyat indonesia tdk akan pernah maju karena tidak ada pemmpin yang bisa mengatur mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: